Rahmad Djailani bersama Walikota Banda Aceh HAminullah Usman

ACEHFOOTBALL — Ada cerita menarik dibalik penguasaan 80 persen saham mayoritas oleh Nazaruddin alias Dek Gam. Ternyata proses lobi sudah dilakukan terhadap 10 orang juragan di Banda Aceh.

“Karena tidak ada yang berminat dengan serius, makanya nama Dek Gam muncul kemudian memborong 80 persen,” beber Rahmad Djailani, perwakilan manajemen Persiraja kepada wartawan pada acara ngopi bareng di salah satu warung kopi di seputaran Banda Aceh, Kamis (13/4/2017).

Rahmad bercerita, dia sebagai orang kepercayaan tim formatur sudah disodori list nama pengusaha di Banda Aceh untuk dihubungi.

“Saya ditugaskan menghubungi 10 pengusaha ternama di Banda Aceh. Dari nama-namanya boleh di bilang mereka orang terkaya di Aceh,”

“Saya menghubungi mereka satu per satu. Sayangnya tak ada satu pun yang bersedia dengan berbagai alasan,” ujar Rahmad yang menolak menyebutkan nama para orang terkaya itu.

Menurut cerita mantan aktivis ini, para juragan itu tidak seperti Sheikh Mansour yang membeli Manchester City.

Ketika disodor sejumlah nama yang diprediksikan masuk “forbes” ala Aceh, Rahmad lagi-lagi menolak membongkar identias juragan-juragan itu.

Baca Juga :   Maluku Utara Tantang Aceh di Delapan Besar

“Di antara mereka ada yang bilang, kalau saya beli, saya harus ada di dalamnya, tapi saya malah tidak suka bola. Ada juga yang beri alasan, dirinya memang tidak berminta dengan sepakbola,”

“Bahkan ada pula yang bilang, saya mau beli, tapi duitnya tunggu ampahan dulu,” urai pria tambun yang aktif dibeberapa ormas ini.

Beranjak dari kondisi itulah, baru kemudian muncul nama Dek Gam yang tak lain menantu dari ketua Tim Formatur Persiraja, H Aminullah Usman.

“Akhirnya hanya Dek Gam yang bersedia. Terserah kata mereka, bukan go to public but go to family. Kalau dibilang itu demi menjaga nama dan marwah Pak Amin sebagai Walikota terpilih?” tutup Rahmad.

Editor: Indra