Skuat Kepri Jaya FC memilih mogok usai tertinggal 2-0 dari Persiraja

ACEHFOOTBALL — Laga Persiraja Banda Aceh melawan 757 Kepri Jaya terpasak dihentikan wasit akibat tim tamu menolak melanjutkan laga. Saat pertandingan dihentikan skor 2-0 untu tuan rumah.

Tarung antara Persiraja Banda Aceh kontra 757 Kepri Fc berlangsung di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu malam (26/8/2017).

Meski pada menit 40 Fahrizal Dilla sudah mencetak gol melalui titik putih. Tapi gol tersebut dianulir, karena pemain tuan rumah lebih dulu bergerak masuk ke dalam kontak penalti. Akibatnya, sepakan penalti kembali di ulang.

Keputusan itu mendapat protes keras dari para pemain. Mereka menganggap gol tersebut sah. Namun, wasit tidak menggubrisnya dan melanjutkan penalti ulang.

Sayangnya, pada tendangan kedua bisa dibaca kiper lawan sehingga dia sukses menepis bola keluar lapangan.

Persiraja memulai pertandingan babak kedua dengan terus merangsek ke pertahanan lawan. Sepuluh menit paruh ketua dimulai, Fahrizal menggetarkan jala Kepri Jaya yang dikawal Gustaman Noor Fajar.

Gol Fahrizal pada menit 55 itu seakan membayar lunas kegagalannya saat eksekusi penalti. Gol ini bermula dari tandukan Ferry Komul ke depan gawang yang disambut Fahrizal dengan tandukan akuratnya. 1-0.

Baca Juga :   Kata Klopp, Liverpool Utamakan Liga Primer

Fahrizal kembali mencetak gol keduanya dalam laga tadi pada menit 71 usai menerima assit dari Vivi Asrizal. Skor 2-0 membuat seisi stadion bergemuruh.

Empat menit kemudian, giliran gol tim tamu dianulir wasit karena sudah striker Kepri Jaya sudah duluan terjebak off-side. Seketika pemain tim tamu melakukan protes keras.

Akibat protes berlebihan itu membuat penonton marah dan melempar botol minirel ke araha pemain. Menyikapi kondisi tersebut, Kepri Jaya menolak melanjutkan pertandingan.

Setelah ditunggu 15 menit, Gerard Pangkali, Fandy Achmad dkk tetap menolak melanjutkan pertandingan. Karena tim tamu mogok, wasit pun mengakhiri lagi dengan kemenangan Persiraja 2-0.

“Selanjutnya akan diserahkan ke PT Liga atau Komisi Disiplin,” ujar kapten Persiraja Mukhlis Nakata mengutip pernyataan salah satu perangkat pertandingan.

Editor: Indra