Putra Akbar dan kawan-kawan

ACEHFOOTBALL — Kabar duka menyelimuti kancah sepakbola Barat Selatan (Barsela). Mantan penjaga gawang Persabar Meulaboh, Putra Akbar mengembuskan nafas terakhir di RSUZA Banda Aceh, Selasa (31/8/2017) lalu.

Puput sapaan akrab Putra Akbar sendiri meninggal karena mengalami sakit tipes dan sebulan terakhir harus menjalani cuci darah.

Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi dan umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Penyakit yang banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya.

Berdasarkan sebuah penelitian, ditemukan bahwa tifus menjangkiti sebanyak 800 hingga 100 ribu penduduk Indonesia sepanjang tahun 2008.

Ini membuktikan bahwa tifus masih masih merupakan penyakit endemik dan masalah kesehatan yang serius di negara ini.

Sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses air bersih diduga menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit tifus.

Belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh diduga menjadi penyebab penyakit ini lebih banyak dialami anak-anak.

Baca Juga :   Askab PSSI Bireuen Juara Sepak Bola Eksekutif

Meninggalnya Puput pun dikonfirmasi oleh teman akrabnya Eltha Moerfiza kepada ACEHFOOTBALL via pesan masengger (bbm).

Sejak usia remaja, Puput sudah pernah menjadi bagian skuat Persabar U-15, dan selama berkarir di sepakbola. Puput pernah menjadi andalan tak tergantikan di bawah mistar Persabar Meulaboh ketika masih Divisi 2 dan 3.

Sebelum sakit, pemain kelahiran 5 Maret 1989 ini, terakhir kali merumput bersama PSAM Kutapadang Meulaboh di event tarkam.

Puput yang bekerja di UPTD KPH IV Aceh Barat meninggalkan seorang istri dan anak laki laki yang masih berumur dua tahun yang kini tinggal di Kutapadang, Meulaboh, Aceh Barat.

Selamat Jalan Putra Akbar

Reporter : Said Agoes
Editor: Indra