Foto: tsunamicup.id

ACEHFOOTBALL — Turnamen sepak bola internasional bertajuk “Aceh World Solidarity Cup” akan menyediakan hadiah 85.000 US Dollar atau sekitar Rp1,3 Miliar.

Turnamen Aceh World Solidarity Cup atau AWSC akan digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh dari 2-9 Desember mendatang. Ajang ini akan diramaikan empat negara yakni Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia, Brunei Darussalam.

Promotor AWSC 2017, Simon Batara menyebutkan, panitia menyediakan hadiah besar untuk even tersebut dengan kisaran Rp1,3 Miliar.

Lebih detail, Simon merinci untuk juara I akan dihadiahi 50.000 US Dollar. Juara II 25.000 US Dollar, Tim Fair Play 5.000 US Dollar, pemain terbaik 2.500 US Dollar dan Top Skor 2.500 US Dollar.

Terkait peserta, kata Simon, pihak panitia sudah mengantongi surat balasan dari negara calon peserta yang sudah menyatakan kesiapannya. “Kami juga terus berkoordinasi dengan PSSI terkait persiapan teknis. Begitu juga dengan televisi yang nantinya akan menyiarkan AWSC 2017,” ujar Simon.

Kata dia, tim peserta yang menjadi lawan tuan rumah (Indonesia), memang belum begitu populer di level sepakbola internasional, tapi jika melihat peringkat di FIFA, ketiga lawan tersebut tak boleh dipandang sebelah mata.

Sebut saja Kyrgyztan. Negara pecahan Uni Soviet ini, berada di posisi 120 dunia. Artinya, secara peringkat FIFA, Kyrgyztan lebih baik dari Indonesia yang masih tersangkut di peringkat ke165 dunia. Sedangkan Mongolia dan Brunei Darussalam jauh di bawah Indonesia.

Baca Juga :   Gol Penalti Bikin Persiraja Kalah Dari Perssu

Mongolia saat ini menempati peringkat 197 dunia, sedangkan Brunei sedikit lebih baik dengan bertengger di posisi ke 184 peringkat FIFA. “Mengenai jadwal pertandingan hingga kini masih dimatangkan panitia,” ujar dia.

Ketua panitia AWSC 2017, M Sakdan Abidin menambahkan, panitia di Banda Aceh terus merampungkan persiapan untuk perhelatan even bertarap internasional itu. “Persiapan itu akan terus dipersiapan sesuai standar. Kami ingin benar-benar membuat peserta nyaman dan senang di Aceh,” ujar dia.

Karena sambung Sakdan, turnamen itu digelar sebagai perwujudan solidaritas dunia terhadap Aceh yang pernah dilanda tsunami pada 2004.

Menurut dia, Pemerintah Aceh melalui program Aceh Teuga (Aceh Kuat) mempunyai misi untuk mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh, salah satunya melalui peningkatan frekuensi even kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.

“Inilah di antara yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Aceh World Solidarity ini,” kaat Sakdan mengutip pernyataan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Sebelumnya, Pembina Aceh World Solidarity Cup Zaini Yusuf, tekad pihaknya adalah ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Aceh aman dan mampu menyelenggarakan even internasional.

“Turnamen ini digelar sebagai penanda kalau Aceh sudah aman saat ini. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran akan isu-isu keamanan di Aceh. Dengan demikian kita harapkan investor bisa melirik Aceh untuk menanam modalnya,” sebut Zaini.

Sumber: Waspada